Skip to main content

Versi Teks Assasination Classroom Chapter 2

Sebelumnya : Assasination Classroom Chapter 1

Saat itu, pagi ...

"Bahkan di Amerika, yang mereka bicarakan hanya tentang kehancuran Bulan, padahal aku lebih suka berita utama yang lebih menarik." Koro-sensei, yaitu guru alien aneh itu sedang membaca koran, dan tak lupa sambil meneguk minumannya.

Sementara itu tak jauh dari tempatnya, seseorang tampak sedang mengintainya.

"Ini rutinitasnya, beristirahat di belakang bangunan sekolah setiap pagi sebelum belajar, dengan minuman dan Koran Amerika yang dibelinya waktu dia mampir di Hawai dengan kecepatan MACH 20. Informasi yang kau berikan benar-benar tepat, terima kasih Nagisa" Ternyata orang itu tak lain adalah salah satu murid Koro-sensei, dan ia sedang bersama Nagisa

"Baiklah, semoga beruntung, Sugino." Ucap Nagisa.

"Baik!! 10 Milyar Yen akan jadi milikku!!" Anak bernama Sugino itu mengeluarkan bola baseball yang telah di tempeli peluru anti-sensei.

----- Kami adalah Pembunuh Bayaran -----

Sugino mengangkat kaki kirinya, kemudian bersiap untuk melempar bola itu menuju arah Koro-sensei.

----- Dan Target Kami adalah Pak Guru -----


Dengan sangat keras Sugino melempar, atau bisa dibilang menembakkan bola baseball itu. Akan tetapi, "Selamat pagi Nagisa, Sugino" Koro-sensei telah berada di belakang mereka, "Ayo tegur gurumu dengan suara lantang." Pinta Koro-sensei.

"Selamat pagi, Koro-sensei." Sapa Nagisa, Sugino tampak masih heran.

"Menempelkan bola dengan peluru BB PELET kelemahanku adalah ide yang bagus, dengan ini gak ada suara tembakan, tidak seperti senapan." Ucap Koro sensei, yang ternyata menangkap bola itu.

"Tapi, aku punya waktu luang sebelum bolanya mencapaiku, dan kalau aku menyentuhnya langsung, selku akan langsung hancur. Karna itu….aku pergi ke gudang untuk mengambil sarung tangan baseball" Koro-sensei berucap, ternyata Koro-sensei menangkapbola itu dengan sarang tangan baseball,
Sugino langsung shok mendengarnya,
"Kau seharusnya bisa membunuhku sebelum kelulusan, ayo ini waktunya belajar." Koro-sensei berjalan meninggalkan Nagisa dan Sugino.

"….baik"

Kebali ke kelas, pelajaran pun di mulai.

"Tugas yang diberikan pada Kami adalah,
untuk Membunuh Guru Ini Sebelum Tahun Depan,
Imbalan untuk keberasilan sebesar 10 Milyar Yen"

"Hei Nagisa, apa usaha membunuh Sugino pagi tadi gagal?" kayano bebisik.

"Yah, dia jadi tidak bersemangat sejak tadi " Jawab Nagisa.

Tampak Sugino sangat lesu tak bersemangat

"Itu bukan sesuatu yang perlu disesalkan juga, lagi pula belum ada yang berhasil sejauh ini kok."

"Dia guru yang tidak bisa dibunuh,
karena itu kami panggil dia dengan julukan Koro-sensei"

Beberapa saat kemudian , kelas pun berakhir, Koro-sensei terbang dengan cepat membawa sebuah popcorn.
Karasuma, mentri departemen ke amanan yang sebelumnya mengantarkan Koro-sensei ke kelas itu, tampak berada di sana.

"Bagaimana dengan itu, apa kalian dapat cara untuk membunuhnya?" Karasuma bertanya pada murid.

"Itu mustahil!"
"Dia terlalu cepat!"

"Apa kau tahu apa yang dia rencanakan sepulang sekolah hari ini? Dia akan pergi ke New York untuk menonton pertandingan olahraga."

"Gak mungkin kami bisa membunuh orang yang terbang dengan kecepatan MACH 20"

"Benar, itu mustahil oleh tentara manapun, tapi, untuk kalian ada kesempatan. Itu berhubungan dengan kenapa dia menjadi guru kalian. Kalau kau biarkan dia hidup, dia akan meledakkan bumi."

Di sisi lain, tampak Koro-sensei sedang menyamar untuk menonton sebuah pertandingan baseball

"Kalau kau lihat bulan yang sudah terpotong banyak, kau akan mengerti, bila waktu itu datang, gak ada yang bisa menyelamatkan hidup manusia, terlalu bahaya membiarkan dia hidup! Kelas ini hanyalah tempat dimana dia bisa dibunuh." Ucap Karasuma

"kami adalah murid kelas E,
kelas sisa yang telah diberikan kesempatan untuk
menjadi pahlawan yang akan menyelamatkan dunia,
tapi aku gak mengerti, kenapa sensei mau meledakkan bumi?
kenapa waktu begini sensei datang kemari untuk jadi guru kami?"

Keesokan harinya ...

Sugino dengan lemas duduk di luar kelas, tiba-tiba dari belakang Koro-sensei mengembalikan bola baseball Sugino kemarin, "Aku mengelapnya untukmu Sugino" Ucap Koro-sensei sambil memakan sesuatu.

"Koro-sensei, apa yang kau makan?." Sugino bertanya.

"Kelapa yang ku beli kemarin di Hawai, mau?"

"Biasanya kau meminumnya?"

"Kemarin dalam usahamu membunuhku, itu lemparan yang bagus."

"Ayolah, kalau kupikir, gak mungkin aku bisa mengenai kecepatan MACH 20-mu dengan lemparanku."

"Kau ikut klub Baseball?"

"Yah, dulunya."

"Dulunya?"

Tampak Nagisa tak sengaja melihat Sugino dan Koro-sensei.

"Aku dilarang ikut kegiatan klub karena aku kelas E, di gedung sekolah yang terisolasi ini. Nilaiku buruk, jadi aku berakhir disini. Begitulah, katanya untuk fokus dalam belajar."

"Itu sih diskriminasi berat"

"…Tapi sudah cukup, kau lihat kemarin kan? lemparanku benar-benar lambat, karena itu, banyak batter yang memukul bolaku, aku di depak dari pemain inti, lalu aku gak punya motivasi buat belajar, jadi sekarang aku berada di kelas terakhir ini."

"Sugino-kun, biarkan aku memberi nasehat padamu, sebagai gurumu"

Sementara itu Nagisa tampak tergesa-gesa dan membawa sebuah buku, "Aku harus menyerahkan tugas, tapi sensei bicara dengan Sugino tentang sesuatu, jangan bilang itu karena dia dendam terhadap usuha pembunuhan kema….."

Dengan kagetnya Nagisa melihat Koro-sensei melilit Sugino ke udara dengan tentakelnya. " ITU BAHKAN LEBIH BURUK DARI YANG KUKIRA, APA YANG KAU LAKUKAN Koro-SENSEI!! BUKANKAH KAU BERJANJI GAK AKAN MELUKAI MURID??" Nagisa bertanya sambil beteriak.

"Kemarin aku melihat kebiasaan melempar Sugino, itu meniru gaya pitcher Arita yang pergi ke liga major" Koro-sensei menjawab.

"..!!" Sugino kaget mendengarnya

"Tapi kau tahu, tentakel ini gak pernah bohong" Koro-sensei menurunkan Sugino

"Dibanding dia, susunan ototmu mengerikan, bahkan bila kau menirunya, kau gak bakal bisa melempar bola radio seperti dia." Koro-sensei menjelaskan.

"Ke-kenapa kau bisa yakin bilang begitu.." Nagisa bertanya.

Koro-sensei memperlihatkan sebuah Koran. di tulis di Koran itu pitcher Arita diserang oleh tentakel.
"Karena kemarin aku pergi memeriksa dia sendiri." Jawab Koro-sensei, ternyata Koro-sensei juga sudah melilit Arita.

"Kalau kau mau memeriksanya sendiri, kau gak perlu lakukan seperti itu!" batin Nagisa shock
bahkan Koro-sensei meminta tanda tangan dengan tulisan *jangan macam-macam dengan tentakelku. Arita*

"Kau minta tanda tangan dengan situasi begitu? Wajar saja dia marah!" Teriak Nagisa.

Sugino tampak sedih,
"Begitu, jadi memang ada perbedaan dalam kemampuan kami.." Ucapnya.

"Disisi lain…" Koro-sensei menyentuh pergelangan tangan Sugino." Kelenturan siku dan pergelangan tanganmu lebih baik darinya, kalau kau melatihnyaa, kuyakin kau akan jauh melebihinya nanti.perbandingan yang kubuat dengan tentakel ini gak pernah salah, bukan Cuma satu kemampuan, carilah metode pembunuhan yang cocok untukmu." Ucap Koro-sensei, lalu berjalan meninggalkan Sugino dan Nagisa.

"Siku dan pergelangan tanganku lebih lentur. Kemampuanku, hah.." Sugino tampak senang.

Koro-sensei berjalan.

"Koro-sensei" panggil Nagisa mengejar Koro-sensei.

"Apa sebenarnya kau pergi ke new York untuk memberi Sugino nasehat?" Nagisa bertanya.

"Tepat, aku guru kan.." Jawab Koro-sensei.

"Guru normal gak mungkin berusaha sejauh ini, gak menyangka kalau kau akan menghancurkan Bumi setelah sejauh ini."

"Kau tau Nagisa, aku jadi gurumu untuk menepati janjiku dengan seseorang, aku menghancurkan Bumi, tapi ..." Koro-sensei mengambil buku Nagisa dengan cepat. "... sampai waktu itu, aku ini gurumu." Koro-sensei menilai buku Nagisa dengan cepat ." Menghadapi kalian lebih penting dari akhir dunia ini."

"Koro-sensei, aku mengerti kau memperlihatkan kecepatanmu dalam menilai, tapi bisa kau berhenti menambahkan pertanyaan yang anehy di halaman belakang"

"Waaaa!kupikir kau mau dapat bonus…"

"Ini lebih seperti hukuman"

"Sudah kubilang, aku mau kalian semua menikmati waktumu baik dalam belajar, maupun membunuh" Koro-sensei memutar bolpennya dan menggigit bolpen itu hingga hancur." Baiklah, bagian membunuhnya mungkin juga mustahil."

"Guru kami sangat cepat,
mempunyai tentakel serba guna dan
tidak punya keinginan untuk dibunuh"

"Uwaaaaaaaaa" Teriak Nagisa gagal menangkap bola baseball.
"Tadi hebat Sugino!!bolanya seperti hilang!!" ucapnya.ternyata Suginolah yang melempar bolanya.

"Aku belajar melempar bola berubah dengan menggunakan seluruh kemampuan bahu dan pergelangan tanganku!! Dengan menggunakan 2 bagian ini, lemparan lambat yang lurus bisa terlihat cepat, yah lemparan begini mungkin hanya membuatnya mengantuk juga," Sugino mengeluarkan bola baseball yang di tempeli peluru anti-sensei "Kau tahu Nagisa ?aku akan terus melanjutkan, baik baseball dam pembunuhan itu" Sugino tampak besemangat

"Yah"

"Tapi anehnya dia memotivasi kami"

Sugino dan Nagisa memanggil Koro-sensei dari jendela.;

"Koro-sensei, aku mau membunuhmu, jadi bisa kau kesini sebentar?"

"Fufufufu, kau gak pernah belajar ya ..." lagi-lagi muka Koro-sensei berubah warna dengan arti meremehkan Sugino.

"Kelas membunuh Koro-sensei itu lumayan menyenangkan"

Bersambung ke Assasination Classroom Chapter 3
KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD



Comments

Popular posts from this blog

Versi Teks Dragon Ball Z Episode 200 Bagian 3

Sebelumnya : Dragon Ball Z Episode 200 Bagian 2

"Hei Videl, apa menurutmu dia lebih kuat dari ayahmu?" Teman gadis di sebelah kirinya bertanya. "Jangan bodoh, ayah Videl adalah Mr.Satan, penyelamat Bumi!" ucap siswa yang duduk di depan Videl. "Tak seorangpun di dunia ini yang lebih kuat darinya."

Setelahnya, pak guru masuk kelas. Videl kembali duduk di kursinya, dan pelajaran akan segera dimulai. Namun sebelum itu, pak guru hendak memperkenalkan seorang siswa baru. ya, dia tak lain adalah Son Gohan.

"Selamat pagi semuanya, hari ini kita kedatangan mahasiswa baru. Silakan masuk."

"Perkenalkan, namaku Son Gohan. Senang bertemu dengan kalian."


"Wah, tampan sekali, dia adalah tipeku." ucap teman Videl.
"Gohan? nama yang aneh." ucap siswa di depan Videl.
Sejenak Videl terdiam, dan kemudian teringat kalau, "Sepertinya aku pernah bertemu dengannya."

"Fufufu, dia terlihat seperti seorang kutu buku." ucap Sharpen…

Download Movie Twilight Saga : Breaking Dawn Part 2

Download Movie Twilight Saga : Breaking Dawn Part 2 Sinopsis:
Cerita ini dimulai ketika Bella (Kristen Stewart) melahirkan seorang putri bernama Renesmee, setelah ibu nya Renee, dan ibu adopsi Edward (Robert Pattinson), Esme. Jacob (Taylor Lautner) melindungi anak dan orang tua baru tersebut dari wujud serigalanya Saat Volturi mengetahui tetang Renesmee, mereka berasumsi bahwa keluarga Cullen telah merusak hukum vampir dan menciptakan hukum baru dengan mengubah seorang anak manusia menjadi anak vampir.


Alice memiliki penglihatan bahwa Volturi akan datang membunuh mereka semua, dan tidak ada alasan yang kuat untuk mereka bertahan. Keluarga Cullen memanggil teman-teman vampir dari seluruh dunia untuk mengetahui keberadaan Renesmee sehingga mereka dapat membuktikan bahwa ia adalah manusia/keturunan vampir. Saat Alice dan Jasper menghilang, keluarga Cullend mengkhawatirkan yang terburuk dan mempersiapkan diri mereka untuk sebuah perang besar. 
Yah, mungkin sekian dulu ulasan tentang cerita in…

The Dark Knight Rises Apk Game Android

download Game The Dark Knight Rises Free Android

Anda pasti sudah mengenal super hero yang satu ini, ya Batman si manusia kelelawar. Cerita Komik yang sudah diadaptasi kedalam berbagai hal, mulai dari film kartun hingga layar lebar ini kini tersedia dalam bentuk game untuk android.

dalam game The Dark Knight Rises anda akan memerankan diri sebagai BATMAN untuk menyelamatkan kota tercintanya: