Skip to main content

Versi Teks Hunter x Hunter Chapter 154

Sebelumnya : Hunter x Hunter Chapter 153

Dengan mendapat Alexandrite Luck, Gon dan teman-temannya sampai saat ini telah mengumpulkan 55 kartu kunci. Akan tetapi, kesemuanya masih hanya sebatas kartu ranking A dan B. Dan parahnya, mereka sudah tidak memiliki Guide Post atau Analysis lagi yang tersisa. Dengan kata lain, mulai sekarang mengumpulkan kartu kunci akan jadi semakin sulit.

"Sial, kalau saja kita punya God Eye!" Ucap Killua. Setelahnya, buku penyimpanan Gon tiba-tiba saja terbuka, kemudian memberi informasi kalau ada yang ingin menghubungi mereka menggunakan contact.

Hunter x Hunter Chapter 154 - Beelzeta.com

"Oh? Siapa ya kira-kira ..." Ucap Killua penasaran. Kemudian, Gonpun menerimanya.


"Hai, ini aku, Kazusuuru." Orang itu tak lain adalah lelaki yang sebelumnya sempat melakukan pertukaran dengan Gon.

"Kalau kau mau membicarakan mengenai pertukaran, kami hanya menawarkan kartu nomor 23, Ad Up Book dan nomor 52, Pearl Locust." Ucap Gon. Akan tetapi, ternyata ini bukan masalah pertukaran.

"Terimakasih atas penawarannya, tapi sebaiknya kita tunda dulu. Apa bisa kita bertemu? Aku menghubungimu karena ada sesuatu yang ingin kami diskusikan secara langsung."

"Diskusi apa?"

"Mengenai sekelompok pemain yang sudah hampir menyelesaikan permainan." Jelas Kazusuuru. "Apa kalian mengetahuinya? Mereka adalah kelompok tiga orang yang pimpinannya adalah Gensuru ..."

"Ya, kami mengetahui kelompok itu." Ucap Gon.

"Kami juga sudah menghubungi kelompok lain, dan kita akan berkumpul di Tambang Batu, dua KM ke arah Timur Laut. Ini hanya untuk bertukar informasi, jadi tak akan ada salahnya kalian datang?"


Singkat cerita, Gon dkk setuju. Merekapun pergi menuju tempat pertemuan dimana kelompok-kelompok lain telah menunggu, termasuk kelompok pengundang, yaitu kelompok Kazuruuru.


Hunter x Hunter Chapter 154 - Beelzeta.com

Selengkapnya, kelompok-kelompok yang sudah terkumpul antara lain :
Kelompok Asuta, seorang pemain solo bernama Goreinu, kelompok Yabibi, kelompok Hanze, dan tentunya kelompok Gon.

"Terimakasih sudah mau berkumpul di sini." Ucap Kazusuuru.
"Seperti yang sudah kami jelaskan melalui contact, kelompok Gensuru sudah hampir menyelesaikan permainan." Lanjut kedua rekannya.

"Kami sudah melihat ranking mereka tadi, dan ternyata mereka sekarang sudah memiliki 96 kartu. Kita harus segera mencari cara untuk menyerangnya kembali."

"Boleh aku bertanya?" Killua hendak bertanya.
"Apa?"
"Bagaimana caramu mengetahui ranking mereka?"
"Itu ..."

"Apa??? Kalian bahkan tidak tahu hal dasar seperti itu???" Ucap Asuta, wanita ketua kelompok Asuta dengan nada merendahkan. "Kalau harus bekerja sama dengan anak-anak pemula seperti mereka, pasti kita akan menghabiskan banyak waktu, langsung saja ke topik utama." Pintanya.

Hunter x Hunter Chapter 154 - Beelzeta.com

"!!!" Killua kesal.

"Jangan kasar begitu," Ucap Kazusuuru, "Tujuan pertemuan ini adalah untuk bertukar informasi. Mungkin saja anak-anak itu punya informasi yang tidak kau miliki."

"Hahaha! Mana mungkin, mereka bahkan tak tahu cara kerja sebenarnya dari Trade Shop." Ucap wanita itu lagi.

Pada akhirnya, Kazusuuru tetap menjelaskan caranya pada Killua. "Sebenarnya, di Trade Shop kau bisa menanyakan ranking kartu kunci yang dimiliki oleh pemain. Kau juga bisa mengetahui nomor dan tipe kartu yang pemain itu miliki, tapi ... Kau harus membayar dengan harga khusus."

"Gensuru sudah memiliki 96 tipe kartu dan kemungkinan dua rekannya memiliki salinannya. Bagaimanapun juga, tinggal empat kartu lagi yang tersisa, dan mereka akan selesai."

"Nomor dari empat kartu untuk itu adalah, Nomor 000, 2, 9, dan 75 ...
Nomor 000 hanya bisa didapat setelah mengumpulkan ke-99 kartu, jadi tinggal tiga yang tersisa. Kalau kita bisa memonopoli ketiga kartu itu, kita bisa menahan mereka dari menyelesaikan permainan."

"Ada cara lain kan? Misalnya serang dengan kartu sihir." Ucap Asuta.
"Mereka punya Knight Necklace, jadi kartu sihir serangan yang dapat digunakan hanyalah Levy. Tapi, ada beberapa kondisi yang juga bisa membuat Levy tidak bekerja."

"Kondisi?" Gon bertanya, kemudian salah seorang rekan Kazusuuru memberi penjelasan. "Pertama dengan Prison, yang kedua adalah Clone atau Transform. Prison bisa melindungi satu halaman kartu knci dari Levy. Karena itu, jika semua slot kuncinya dilindungi dengan Prison, maka semua kartu sihir tidak akan berguna."

Hunter x Hunter Chapter 154 - Beelzeta.com

"Gensuru tahu kalau memiliki 96 kartu pasti akan sangat mencolok. Jadi bisa dipastikan dia sudah melindungi halaman slot kuncinya dengan Prison."

"Mungkin saja memang begitu." Ucap Gon pelan, "Ya." Sahut Biscuit.
"Gensuru berhasil mengumpulkan banyak kartu sihir dengan menggunakan kelompok Hame, baginya memenuhi kondisi itu memang tidaklah sulit, ini hanya masalah waktu." Pikir Killua.

"Lalu, bagamana kalau kita menggunakan cara paksa untuk mengambil kartunya?" Saran Asuta lagi. "Memangnya, apa kau bisa melakukan itu?" Sanggah seorang pemain dari kelompok Yabibi. "Kita tidak tahu kemampuan ketiga orang itu. Mereka adalah prajurit murni yang sudah biasa membunuh. Kemungkinan besar kita tak akan bisa melawan mereka."

Hunter x Hunter Chapter 154 - Beelzeta.com

"Cara yang paling realistis memang hanyalah memonopoli kartu. Aku yakin tidak ada yang keberatan dengan itu."

"Kalau begitu, topik utamanya adalah, kita semua harus bersatu." Ucap Kazusuuru.

"Aku tsetuju dengan itu, tapi aku tidak setuju mengenai masalah anggotanya." Ucap Asuta, yang masih menganggap kelompok Gon tidak layak.

"Tunggu sebentar, Asuta. Aku sudah memenuhi semua kondisi yang kau minta saat aku menghubungimu. Dengan kelompok yang memiliki lebih dari lima puluh kartu, ada enam kelompok di sini dan semuanya sudah memenuhi itu."

"Tapi selain itu tiap kelompok harus memiliki sesuatu yang bisa dibagikan dan menguntungkan semua tim. Aku tidak berpikir kalau anak-anak itu bisa menawarkan sesuatu yang berguna." Ucap Asuna.

"Yang kalian butuhkan hanya sesuatu yang menguntungkan kan?" Ucap Killua.

"Tampaknya kau berbicara besar, kalau begitu berikan kami bukti kalau kalian punya sesuatu yang berguna untuk kami."

Kemudian, Gonpun memberi tahu, "Kami tahu kemampuan Gensuru."
"Dan kami memiliki kartu yang mereka cari, masih mau protes?" Lanjut Killua.

Hunter x Hunter Chapter 154 - Beelzeta.com

"Heh, tidak, itu sudah cukup. Beritahu kami kemampuan mereka." Ucap Asuta.

"Bagaimana dengan kalian?" Killua malah balik bertanya.

"Eh?"

"Apa kau punya sesuatu yang berharga untuk kami? Berikan kami bukti kalau kalian punya." Ucap Killua.

"Kami sudah mengumpulkan 71 tipe kartu, itu jauh lebih banyak darimu. Kami akan memberikan kartu ranking A untuk informasi tentang kemampuan mereka, bagaimana?" Tawar Asuta.

"Aoa kau bercanda? Kalau hanya kartu A kami bisa mengumpulkannya sendiri." Tolak Killua mentah-mentah. "Kami mau dua kartu ranking S, dan informasi yang setara. Kalau tidak, kami tak akan memberitahunya."

Hunter x Hunter Chapter 154 - Beelzeta.com

"Cih, kau pikir kau siapa bocah!?" Bentak Asuta, kemudian memberitahu yang lainnya, "Kalian dengar kan? Anak ini ingin mengumpulkan total sepuluh kartu S dari kita!"

"Bukan, tapi hanya darimu saja." Ucap Killua.

"Apa?"

"Kami juga tetap akan memberitahukan keempat kelompok yang lain. Kompensasi mereka adalah pilihan mereka. Dan untukmu, kalau kau tak memenuhi persyaratan itu, aku tak akan memberitahu apa-apa."

"Haah, dasar bocah, kenapa kau begitu keras kepala?"

"Kalian berdua, hentikan." Kazusuuru melerai. "Ini bukan waktunya untuk bertengkar antar rekan." Ucapnya.

"Rekan?? Dengan dia????" Killua dan Asuta menunjuk masing-masing.

"Asuta, tidak apa ... Kita berikan saja dia dua kartu."
"Itu lebih penting, jadi diskusinya bisa lanjut." Ucap dua rekan Asuta.

"Aku tidak bilang kalau aku tak akan memberikan kartunya, dia yang mulai duluan!" Ucap Asuta. "Siapa!? Kurang ajar!!" Killua kesal.

"Kita keluar, ayo kita kembali!!" Ucap Killua ke kedua rekannya.
"Tenang, mungkin ini menyebalkan, tapi ..."
"Situasinya sudah tak bisa diapa-apakan lagi." Ucap Biscuit dan Gon.

"Saat kau pergi dari permainan, seseorang memberitahu kami kejahatan yangs sudah Gensuru perbuat." Ucap Gon.
"Ya, kau memang sudah mengatakannya padaku."
"Jadi, tak peduli apapun itu, aku tak mau mereka menyelesaikan permainannya."
"Hmmm ..."


Akhirnya, mereka sama-sama setuju. Gon dkk mendapat dua kartu S yaitu Nomor 7, Pregnancy Stone, dan nomor 87, yaitu Shield of Faith. Kemudian, iapun menjelaskan mengenai kemampuan Gensuru.

"Gensuru memiliki dua teknik, yaitu Countdown dan Little Flower. Kedua teknik ini digunakannya untuk meledakkan target. Dengan kata lain, akan lebih baik untuk menjaga jarak dengannya."

"Cih, sial, dia sudah mendapatkanku waktu itu." Ucap kesal Asuta.
"Tampaknya mereka lebih banyak tahu dari yang kita perkirakan."

"Tampaknya beberapa dari mereka sudah mengakui kita."
"Yeah, kesempatan untuk kita mendapat lebih banyak kartu!" Killua berharap bisa mendapatkan kartu lagi. Akan tetapi saat Asuta bertanya bagaimana cara membatalkannya, Gon malah langsung memberitahu tanpa minta kartu tambahan, "Caranya adalah kau harus menyentuh Gensuru dan mengatakan, aku sudah menangkap bomber!"

"Bodoh kau!!!" Bentak Killua, kemudian menarik Gon.
"Harusnya kita bisa mendapat lebih banyak kartu!!" Bisiknya keras.

"Tapi kalau berakhir dengan pertengkaran, malah akan jadi masalah kan ..." Ucap Gon, kemudian kembali menjelaskan pada mereka. "Countdown akan dimulai setelah Gensuru menjelaskan kemampuannya. Kalau kalian belum pernah mendengar penjelasannya, kalian akan aman-aman saja."

Setelahnya, giliran Asuta yang memberikan Gon informasi. Karena bagaimanapun, selain kartu ia juga berjanji untuk memberi informasi.

"Kalian tahu kan kalau ada dua cara untuk mengeluarkan sihir? Mengatakannya dan memasukkan kartu itu ke dalam halaman terakhir buku penyimpanan."

"Ya, lalu?"

"Kalau kau menyebut nama sihir, kau tak akan bisa menggunakannya lagi setelah itu. Tapi kalau kau memasukannya ke dalam halaman terakhir buku penyimpanan, masih ada kemungkinan untuk membatalkannya. Misalnya kalau kau menaruh Fluoroscopy di buku penyimpanan, kau bisa melihat nama pemain yang sudah kau temukan. Tapi kau bisa membatalkannya. dengan kata lain, kau bisa menggunakan kartu sihir yang sama berkali-kali"

"AH, benar juga ya, kita belum pernah mencobanya." Ucap Killua. Kemudian, Asuta kembali memberi informasi lain, yaitu, "Kalian bisa membeli kartu kunci ranking B di toko."

"Eeeh? Benarkah!?" Gon dan Killua benar-benar baru tahu hal ini.

"Kau hanya butuh membeli lebih dari lima puluh barang di toko yang sama. Maka kau akan menjadi pelanggan favorit, dan penjual akan menawari kalian."

"Ah, dengan ini kita bisa mengumpulkan kartu dariu turnamen."
"Jadi begitu ya triknya ..."

"Lalu, apa kalian punya salinan Skeleton Glasses?"

"Ah? Ya, kami punya."

Asuta kembali memberi informasi, "Kau bisa mendapatkan dengan mudah kartu nomor 77, Emerald Calling Out Beaty, dan nomor 8, Miracle Pond kalau kau menggunkanannya. Kedua kartu itu adalah ranking S. Apa sudah cukup? Ya, itu untuk pertukaran informasinya. Kalau belum, aku bisa memberikan kalian kartu lain."

"Tidak, itu sudah lebih dari cukup, terimakasih!" Ucap Gon ikhlas.
"Hei Gon!!!!!!!" Bentak Killua dan Biscuit. "Seharusnya kau terima saja tawarannya!"

"Ayolah, tak apa, dia sudah memberi terlalu banyak." Ucap Gon.

"Baik, sekarang giliran kami." Kelompok lain juga hendak memberikan informasi.
"Saat kau mulai mendapatkan kartu ranking S, kau harus mengubah banyak kartu lain menjadi benda. Izinkan aku memberikan beberapa contoh ..."

Blablabla, mereka semua berbagi informasi, sampai yang terakhir adalah pemain solo bernama Goreinu. "Jadi begitulah." Ucapnya.

"Terimakasih, ini sangat membantu!" Ucap Gon.

Hunter x Hunter Chapter 154 - Beelzeta.com

"Kembali ke topik utama. Orang-orang ini belum mendapat tiga tipe kartu, yang mana yang harus kita dapatkan untuk dimonopoli?"

"Kami punya kartu nomor 75, Alexandrite Luck. Tapi kurasa itu sangat sulit untuk dimonopoli." Ucap Killua. "Satu kelompok hanya bisa memegang satu kartu, dan jumlah untuk diubah menjadi kartu adalah 20, terlalu banyak untuk dimonopoli."

"Kau menemukan nomor 75?"
"Hebat!!"
"Bagaimana caramu mendapatkannya?"
"Bagaimana kalau ditukar dengan tiga kartu S??"

"Ehm, pertukaran kalian bicarakan nanti saja!" Ucap Kazusuuru.

"Ya, memang sulit untuk mengumpulkan kartu menggunakan Clone dengan singkat."
"Tidak, tidak ... Sebelum itu, bukankah kita seharusnya mengetahui berapa banyak orang yang punya kartu itu dulu?"

"Aktifkan List! Nomor 75!!"

Merekapun melihat.
"Cuma ada lima kelompok lain yang memiliki. Hmmm, jadi sepertinya memang mustahil."

Selanjutnya mereka melihat kartu lainnya.

"Aktifkan List, nomor 9!"
"Aktifkan list, nomor 2!"

"Nomor 9 sudah tidak mungkin, tiga kelompok sudah memilikinya."
"Untuk nomor 2 yaitu Coastline of One Tsubo, ini bagus! Belum ada yang memilikinya!"

"Aktifkan Guidepost, nomor 2!" Mereka mencaritahu bagaimana cara mendapatkan kartu yang bahkan belum ada yang memilkinya itu. "Hmm, tak ada penjelasan mengenai cara mendapatkannya. Tapi, dikatakan kalau tempatnya ada di Soufurabi."

"Oh, kami pernah ke sana sekali! Ayo kita ke sana!"
"APa seseorang punya Accompany?"
"Ya!"
"Baik, kalau begitu ayo berangkat!!"

Merekapun melesat menuju tempat bernama Soufurabi menggunakan Accompany.

Hunter x Hunter Chapter 154 - Beelzeta.com
KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD



Comments

Popular posts from this blog

Versi Teks Dragon Ball Z Episode 200 Bagian 3

Sebelumnya : Dragon Ball Z Episode 200 Bagian 2

"Hei Videl, apa menurutmu dia lebih kuat dari ayahmu?" Teman gadis di sebelah kirinya bertanya. "Jangan bodoh, ayah Videl adalah Mr.Satan, penyelamat Bumi!" ucap siswa yang duduk di depan Videl. "Tak seorangpun di dunia ini yang lebih kuat darinya."

Setelahnya, pak guru masuk kelas. Videl kembali duduk di kursinya, dan pelajaran akan segera dimulai. Namun sebelum itu, pak guru hendak memperkenalkan seorang siswa baru. ya, dia tak lain adalah Son Gohan.

"Selamat pagi semuanya, hari ini kita kedatangan mahasiswa baru. Silakan masuk."

"Perkenalkan, namaku Son Gohan. Senang bertemu dengan kalian."


"Wah, tampan sekali, dia adalah tipeku." ucap teman Videl.
"Gohan? nama yang aneh." ucap siswa di depan Videl.
Sejenak Videl terdiam, dan kemudian teringat kalau, "Sepertinya aku pernah bertemu dengannya."

"Fufufu, dia terlihat seperti seorang kutu buku." ucap Sharpen…

Download Movie Twilight Saga : Breaking Dawn Part 2

Download Movie Twilight Saga : Breaking Dawn Part 2 Sinopsis:
Cerita ini dimulai ketika Bella (Kristen Stewart) melahirkan seorang putri bernama Renesmee, setelah ibu nya Renee, dan ibu adopsi Edward (Robert Pattinson), Esme. Jacob (Taylor Lautner) melindungi anak dan orang tua baru tersebut dari wujud serigalanya Saat Volturi mengetahui tetang Renesmee, mereka berasumsi bahwa keluarga Cullen telah merusak hukum vampir dan menciptakan hukum baru dengan mengubah seorang anak manusia menjadi anak vampir.


Alice memiliki penglihatan bahwa Volturi akan datang membunuh mereka semua, dan tidak ada alasan yang kuat untuk mereka bertahan. Keluarga Cullen memanggil teman-teman vampir dari seluruh dunia untuk mengetahui keberadaan Renesmee sehingga mereka dapat membuktikan bahwa ia adalah manusia/keturunan vampir. Saat Alice dan Jasper menghilang, keluarga Cullend mengkhawatirkan yang terburuk dan mempersiapkan diri mereka untuk sebuah perang besar. 
Yah, mungkin sekian dulu ulasan tentang cerita in…

The Dark Knight Rises Apk Game Android

download Game The Dark Knight Rises Free Android

Anda pasti sudah mengenal super hero yang satu ini, ya Batman si manusia kelelawar. Cerita Komik yang sudah diadaptasi kedalam berbagai hal, mulai dari film kartun hingga layar lebar ini kini tersedia dalam bentuk game untuk android.

dalam game The Dark Knight Rises anda akan memerankan diri sebagai BATMAN untuk menyelamatkan kota tercintanya: