Skip to main content

Versi Teks Hunter x Hunter Chapter 173

Sebelumnya : Hunter x Hunter Chapter 172

Kelompok Gensuru memulai serangan. Setelah mendapat kartu yang mereka anggap sudah cukup, Gensuru dan dua rekannya pergi mengejar kelompok Tsezugera. "Mereka datang!!" ucap salah seorang anggota Tsezugera. "Bergerak sesuai rencana!" ucap Tsezugera.

"Book!!" kelompok Tsezugera mengeluarkan buku penyimpanan mereka, kemudian ia mengaktifkan kartu sihir. "Aktifkan Accompany, menuju Masadora!!"

"Aktifkan Accompany, menuju Tsezugera!!!" kelompok Gensuru mengejar mereka. Kejar-kejaran seperti itu terjadi berkali-kali. Sampai kemudian, kartu sihir Tsezugera habis, "Aku kehabisan kartu. Bari!" Tsezugera memberi perintah pada rekannya. "Aku mengerti! Aktifkan Accompany, menuju Souferabi!"

Rekan Tsezugera masih memiliki sisa kartu, dan mereka bergerak menuju Souferabi.


"Berapa yang tersisa?" Tsezugera bertanya pada rekan-rekannya.
"Kita masih memiliki tuju Accompany." jawab salah seorang teman Tsezugera.
"Tapi ngomong-ngomong, mereka belum ke sini? Apa mereka menyerah?"

Belum tampak tanda-tanda kelompok Gensuru mengejar. "Itu tidak mungkin. Mereka hanya mengubah kecepatan agar bisa menyerang kita." ucap Tsezugera. "Sudahlah, bagaimanapun kita harus tetap pada rencana. Kalau Accompany habis, kita gunakan Return, kita akan berpencar langsung ke Ai-Ai dan Souferabi."

"Aktifkan Contact, Goreinu." Tsezugera menghubungi Goreinu yang masih mengamati kota sihir. "Aku masih melihat Sabu dan Bara menunggu di sana. Kurasa, mereka mengganti anggotanya saat mengejarmu. Mereka tahu kalau aku akan menggunakan kesempatan ini untuk membeli kartu. Yang mengejar kalian adalah Gensuru dan dua orang palsu."

"Seperti dugaan Tsezugera!"
"Aku tak akan tertipu untuk kedua kalinya." ucap Tsezugera.
"Bukankah ini kesempatan bagus untuk kita? Mumpung Gensuru sendirian?"
"Ya! JUmlah kita berempat!!"

"Tidak, aku ingin kemungkinan sukses yang maksimum." ucap Tsezugera, "Kita tetap akan melakukan seperti rencana semula."

Mereka bergerak, sampai akhirnya tiba di Ai-Ai, kota cinta. "Sudah sampai!"
"Mereka akan mengejar kita sebentar lagi."


Di tempatnya, Gon masih terus berlatih. Namun sama seperti sebelumnya, ia belum juga bisa melakukannya. "Sial, tinggal lima hari lagi ..."

"Hmm, ini sama sekali tidak berjalan dengan baik." ucap Killua, "Kenapa kau tak memberi sedikit petunjuk padanya?" tanyanya ke Biscuit. Namun, perempuan itu hanya menjawab, "Tehnik mengalirkan nen ke seluruh tubuh kelihatannya memang sama, tapi sebenarnya berbeda untuk tiap orang. Kalau aku menjelaskan mengenai caraku padanya, itu hanya akan membahayakan tubuhnya."

"Hmm, Gon ..." Killua menghampiri Gon, "Waktu habis, latihanmu selesai." ucapnya.
"Haah!?" Gon kaget, "Bukannya kita masih punya lima hari lagi??"
"Strategi kita berubah. Kami sudah menentukan cara untuk mengalahkan mereka."
"Jadi, ada sesuatu yang harus diutamakan." ucap Biscuit.

"Ta-tapi ...
Aku hampir melakukannya! Aku akan mencobanya sekali lagi!! Kali ini aku pasti bisa!! Mungkin sih ..." ucap Gon.

"Menyerahlah, aku tak akan tertipu." ucap Biscuit. "Kita tak bisa menyandarkan seluruh strategi kita pada sesuatu yang mungkin tak akan berguna di pertarungan nanti."
"Sudah, lepaskan saja ..."

Akhirnya Gon mau berhenti, dan kemudian merekapun menjelaskan rencananya. "Kita aka menggunakan ini." Biscuit memperlihatkan selembar kartu.
"Langkah selanjutnya adalah membiasakan diri untuk menggunakannya. Sampai aku bisa menggunakannya dengan sempurna." ucap Killua.
"Jadi, strategi kita ..."


Sementara itu, kejar-kejaran antara kelompok Tsezugera dan Gensuru terus berlanjut. Sampai akhirnya, kartu Accompany di kelompok Tsezugera sudah benar-benar habis. "Kita kehabisan ACcompany!!"

"Gunakan Return!!" perintah Tsezugera. Dan saat kelompok Gensuru datang, mereka mengaktifkannya. "Aktifkan Return, menuju Ai-Ai!!" merekapun pergi. "Huh, mereka sudah tak punya Accompany lagi, ini akan segera berakhir." ucap Gensuru. Dan kemudian sama seperti sebelumnya, ia mengejar.

Di dekat toko sihir, tempat dua rekan Gensuru yang asli berada, Gensuru menghubungi mereka dengan menggunakan Contact. "Bagaimana hasilnya??"

"Sampai saat ini hanya ada satu orang yang datang kemari, dan itupun orang yang baru masuk ke game. Kelihatannya, berita mengenai bomber yang menyergap pemain sudah tersebar luas. Tak ada yang datang ke sini lagi. Mungkin kita sudah meledakkan teman Tsezugera itu."

"Mungkin ...
Baik, kembalilah, aku ada di Soufeirabi." ucap Gensuru, "Kelompok Tsezugera sudah siap untuk menghembuskan nafas terakhir mereka." lanjutnya.


Di sisi Tsezugera, "Ini adalah kartu terakhir kita, Leave." satu-satunya kartu sihir yang tersisa memang hanyalah kartu itu. Leave, kartu yang memungkinkan mereka untuk kabur ke luar game. "Kalau mereka terus mengejar kalian, pergilah ke pinggir kota dan cobalah untuk membalas. Kalau mereka tidak datang, tunggu sampai tanggal yang ditetapkan."

"Sempurna, sebentar lagi kita akan menyelesaikan game dan mengumpulkan tiga kartu terakhir." ucap salah seorang anggota Tsezugera. "Yah, sisanya kita tinggal bertanya pada tuan Battera kartu mana yang ia inginkan."

"Baik, ayo! Leave!!!" merekapun menggunakan kartu itu. Mereka melesat, dan sampai di kastil Battera. Akan tetapi, ada sesuatu yang aneh di sana. "Kenapa tempat ini begitu sepi? Apa yang terjadi? Bukankah seharusnya ada penjaga??"

"Tuan Battera, dimana kau!!?" Tsezugera berteriak, "Jawablah kalau kau masih ada di sini!!"

"Oi oi, tenanglah, aku baru saja mau tidur." ucap salah seorang penjaga yang datang.
"Tidur? Mana yang lain?" Tsezugera bertanya. Penjaga itu menjawab, "Mereka semua sudah pulang."

"A-apa ..."

"Itu adalah perintah terakhir tuan Battera. Mereka sudah menerima cek gaji dan biaya terminasi, kukira kau sudah tahu hal itu."

Tsezugera masih benar-benar tidak mengerti, dan iapun mencari langsung ke ruangan tuan Battera. "Tuan Battera!! Apa maksud semua ini!!?" Tsezugera menggedor-gedor pintu. Namun, Battera terus mengunci pintu ruangannya.

"Kami hampir menyelesaikannya!! Kami hampir menyelesaikan gamenya!!" teriak Tsezugera. Akan tetapi, dari dalam Battera menjawab, "Itu sudah tidak penting lagi."

"!!??" Tsezugera kaget. "Tentu saja itu penting!!! Jangan main-main denganku!!! Lalu bagaimana dengan kerja keras kami selama ini!?"

"Aku akan menyuruh pengacaraku untuk membayarmu. Untuk kartunya, lakukan saja sesukamu." ucap Battera, dengan suara yag terdengar begitu lesu, "Jadi tolong ... tinggalkan aku sendiri." ucapnya lagi.

"Cih ..." Tsezugerapun tak punya pilihan lain dan kembali ke ketiga rekannya yang menunggu di ruang tengah. "Jadi, bagaimana?"

"Aku tak tahu apa yang sebenarnya terjadi." ucap Tsezugera. Dan dalam keadaan yang belum jelas tersebut, masalah terus berdatangan. Kelompok Gensuru, mereka juga telah sampai di kastil itu. "Akhirnya aku bisa membunuh sesuka hatiku, karena barangnya tak akan hilang." ucap Gensuru.

Bersambung ke Hunter x Hunter Chapter 174
KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD



Comments

Popular posts from this blog

Cara memasang tombol follow dan dashboard di blog

Cara memasang tombol follow dan dashboard di blog Log in ke akun blog sobat. Klik rancangan --> Elemen laman --> Tambah gadget --> Pilih HTML/Javascript. Masukkan kode berikut pada kotak yang sudah tersedia. <div style="position: fixed; top: 5px; right: 90px;"><a class="linkopacity" href="http://www.blogger.com/follow-blog.g?blogID= 3317277797834091679 " target="_blank" rel="nofollow" title="Follow !" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img src="http://3.bp.blogspot.com/-feYAFwQF-GM/TtOSBVXcMmI/AAAAAAAAHvk/GH1PZPVvU7c/follow.png" border="0" /></a><div style="display:scroll; position:fixed; top:5px; right:2px;"><a class="linkopacity" href="http://blogger.com/home" target="_blank" rel="nofollow" title="Dashboard !" imageanchor="1" style="margin-left

Contoh Surat Lamaran Kerja Bahasa Inggris

Contoh Surat Lamaran Kerja Bahasa Inggris - Informasi Terbaru -  Contoh Surat Lamaran Kerja Bahasa Inggris  - Setelah sebelumnya saya telah share informasi mengenai cara cek pulsa smartfren dan kumpulan puisi cinta romantis kini saya akan update lagi blog tercinta ini dengan postingan mengenai  Contoh Surat Lamaran Kerja Bahasa Inggris  dan saya harap dapat bermanfaat untuk sahabat netter semua. Oke langsung saja lihat contoh surat lamaran pekerjaan bahasa inggris berikut ini: Bali, To; PT. Era Netter Indonesia Human Resources Department Jl. Raya Kuta No. 101 Kuta, Badung - Bali Dear Sir, I know that PT. Era Netter Indonesia is one of the biggest retail product distributors in Indonesia, and I am sure it would be an excellent career opportunity to join in and work for this respective company. I would like to apply for direct marketing and sales officer position in your company. I am in good health, willing to work, fast learning, and work well with others. I have my own vehicle, dr

Versi Teks Dragon Ball Z Episode 200 Bagian 3

Sebelumnya : Dragon Ball Z Episode 200 Bagian 2 "Hei Videl, apa menurutmu dia lebih kuat dari ayahmu?" Teman gadis di sebelah kirinya bertanya. "Jangan bodoh, ayah Videl adalah Mr.Satan, penyelamat Bumi!" ucap siswa yang duduk di depan Videl. "Tak seorangpun di dunia ini yang lebih kuat darinya." Setelahnya, pak guru masuk kelas. Videl kembali duduk di kursinya, dan pelajaran akan segera dimulai. Namun sebelum itu, pak guru hendak memperkenalkan seorang siswa baru. ya, dia tak lain adalah Son Gohan. "Selamat pagi semuanya, hari ini kita kedatangan mahasiswa baru. Silakan masuk." "Perkenalkan, namaku Son Gohan. Senang bertemu dengan kalian." "Wah, tampan sekali, dia adalah tipeku." ucap teman Videl. "Gohan? nama yang aneh." ucap siswa di depan Videl. Sejenak Videl terdiam, dan kemudian teringat kalau, "Sepertinya aku pernah bertemu dengannya." "Fufufu, dia terlihat seperti seorang kutu buku." ucap